Pertemuan ke-4 sekolah lansia tangguh

  • Jan 23, 2026
  • KIM SWARA ARUM

Hari ke 4 sekolah lansia tangguh membahas tentang Hipertensi, Stroke, dan Jantung yang disampaikan oleh ibu Tiwik Suryanti ,S.Kep, di Pendopo Balai Desa Pandanarum, Kamis (22/01/26). 

Ibu Tiwi menyampaikan tentang hipertensi/darah tinggi adalah kondisi dimana tekanan darah berasa di atas normal secara terus menerus (Systole/Diastole 140/90 mmhg). Disebut silent killer karena sering kali tidak ada gejala sampai terjadi komplikasi serius "Ibarat selang air yang diberi tekanan terlalu tinggi terus menerus, lama kelamaan selang bisa kaku, pecah, atau merusak mesin pompanya (jantung)” tuturnya. 

Hipertensi juga ada kaitannya dengan jantung dan stroke, jika ke jantung hipertensi membuat tekanan tingi yang membuat otot jantung bekerja ekstra keras hingga menebal dan kaku (gagal jantung) atau merusak pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner), jika pada penyakit stroke hipertensi bisa membuat pembuluh darah di otak pecah (stroke hemoragik) atau memicu penyumbatan lemak yang lepas (stroke iskemik), tambahnya. 

Gejala pada hipertensi biasanya sakit kepala hebat, tengkuk terasa berat, cepat lelah, dan mata kabur. Jika pada penyakit jantung gejala awalnya nyeri dada kiri seperti ditekan benda berat, sesak napas, dan jantung berdebar. Dan pada stroke gejala awalnya ialah Face (muka mencong), Arm (lengan lemas sebelah), Speech (bicara pelo), dan Time (segera ke RS). Kemenkes RI menyarankan pola hidup CERDIK untuk mencegah keparahan, yang di cerdik ialah Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres pada agama dan hobi. Dan ibu Tiwi menganjurkan kurangi GGL (Gula, Garam, dan Lemak). 

Sekolah dimulai pukul 09.00 wib dan berakhir jam 11.00 wib. Peserta merasa senang karena mendapat ilmu baru tentang kesehatan.